Hidroponik Rakit Apung Terintegrasi Kolam Ikan, Solusi Bertani Hemat Lahan

Rakit Apung
Sumber :
  • IG/asik.berkebun

Jakarta, WISATA – Hidroponik tidak selalu harus dilakukan di dalam greenhouse atau menggunakan atap pelindung. Sistem hidroponik di ruang terbuka juga dapat dikembangkan dengan menggabungkannya bersama budidaya ikan. Konsep ini dikenal sebagai akuaponik, yaitu sistem yang mengintegrasikan budidaya ikan dengan tanaman sehingga air dari kolam dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Salah satu model yang dapat diterapkan adalah hidroponik rakit apung. Pada sistem ini, tanaman ditempatkan pada papan atau media apung yang mengambang di atas bak berisi air bernutrisi. Dalam sistem akuaponik, air yang berasal dari kolam ikan dialirkan menuju bak tanaman. Limbah metabolisme ikan yang mengandung senyawa nitrogen kemudian melalui proses biologis dan dapat dimanfaatkan tanaman sebagai sumber nutrisi. Setelah melewati sistem tanaman dan penyaringan, air dapat dikembalikan ke kolam ikan. Konsep tersebut membuat air dapat digunakan secara lebih efisien dibandingkan sistem budidaya yang berjalan secara terpisah.

Menurut FAO, akuaponik menggabungkan akuakultur dan hidroponik dalam satu sistem produksi. Bakteri berperan penting mengubah amonia dari limbah ikan menjadi bentuk nitrogen yang lebih mudah dimanfaatkan tanaman. Karena itu, keberadaan ikan, bakteri, tanaman, air, dan sistem filtrasi harus dikelola sebagai satu kesatuan.

Penerapan hidroponik tanpa greenhouse memiliki keuntungan tersendiri. Biaya pembangunan struktur pelindung dapat ditekan sehingga sistem lebih mudah diterapkan dalam skala rumah tangga maupun lahan terbuka. Kolam ikan juga dapat menjadi sumber air sekaligus nutrisi bagi tanaman.

Namun, sistem terbuka tetap memiliki tantangan. Tanaman akan lebih terpengaruh hujan, panas matahari, angin, hama, dan perubahan suhu. Kualitas air juga harus dipantau secara rutin karena kondisi yang buruk dapat mengganggu ikan maupun tanaman. pH, suhu, oksigen terlarut, serta kadar amonia dan nitrit menjadi beberapa parameter penting yang perlu diperhatikan.

Selain rakit apung, akuaponik juga dapat menggunakan sistem media tanam atau nutrient film technique (NFT). Pemilihan sistem sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman, jumlah ikan, luas lahan, dan kemampuan pengelolaan.

Dengan perencanaan yang tepat, kombinasi kolam ikan dan hidroponik dapat menjadi alternatif menarik untuk menghasilkan ikan sekaligus sayuran dalam satu kawasan. Konsep ini sangat relevan diterapkan pada lahan terbatas karena satu sistem dapat mendukung dua kegiatan produksi sekaligus.