10 Jenis Makanan yang Pantang Disimpan di Deep Freezer

Bahan Makanan Tertentu Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Freezer
Sumber :
  • tomsguide.com

Malang, WISATA – Memiliki deep freezer di rumah adalah sebuah keuntungan besar. Perangkat ini memungkinkan kita menyimpan stok daging steak, buah beri, hingga sisa sup agar tidak terbuang percuma. Namun, meski pembekuan adalah cara terbaik untuk mengawetkan makanan, suhu ekstrem di dalam freezer ternyata bisa merusak tekstur, rasa dan penampilan beberapa jenis bahan pangan tertentu.

Agar kualitas masakan Anda tetap terjaga, berikut adalah 10 hal yang sebaiknya tidak pernah Anda simpan di dalam deep freezer:

1. Keju Bertekstur Lunak

Keju lunak seperti Mozzarella segar atau Brie memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Saat dibekukan, air tersebut akan mengkristal dan menyebabkan tekstur keju menjadi berpasir atau terpisah saat dicairkan. Jika ingin membekukan keju, pilihlah jenis keju keras seperti Parmesan yang jauh lebih tahan terhadap suhu beku.

2. Produk Susu Cair (Dairy)

Susu, buttermilk, yogurt dan krim asam cenderung mengalami pemisahan lemak dan air saat dibekukan. Hasilnya, saat dicairkan, bahan-bahan ini akan menjadi encer, berbutir, atau menggumpal. Pengecualian berlaku untuk mentega; karena kandungan lemaknya yang sangat tinggi, mentega dapat membeku dengan sangat baik.

3. Telur dan Substitusinya

Jangan pernah membekukan telur utuh di dalam cangkangnya karena isinya akan memuai dan memecahkan cangkang tersebut. Selain itu, telur yang dibekukan cenderung berubah tekstur menjadi kenyal seperti karet. Menurut panduan keamanan pangan, pengganti telur (egg substitutes) juga tidak boleh dibekukan kecuali jika sudah dibekukan dari pabriknya.

4. Icing dan Custard

Hidangan penutup berbahan dasar telur seperti custard atau meringue tidak akan bertahan baik di freezer. Icing (hiasan kue) yang dibuat dari putih telur akan memisahkan diri dan berair saat dicairkan. Jika ingin membekukan kue, pastikan menggunakan frosting berbahan buttercream atau keju krim yang lebih stabil.

5. Salad dan Sayuran Tinggi Air

Sayuran dengan kadar air tinggi seperti selada, timun dan kubis akan berubah menjadi lembek dan layu setelah keluar dari freezer. Hal yang sama berlaku untuk salad olahan seperti salad telur, tuna atau makaroni. Bahan tambahan seperti mayones dalam salad tersebut tidak bisa membeku dengan sempurna dan akan rusak saat dicairkan.

6. Kentang Mentah

Menyimpan kentang mentah di freezer adalah sebuah kesalahan. Suhu dingin akan memecah dinding sel kentang, meninggalkan Anda dengan tekstur yang bertepung dan lembek saat dimasak. Jika ingin membekukannya, pastikan Anda merebusnya setengah matang (parboiling) terlebih dahulu.

7. Pasta Matang

Berbeda dengan pasta beku kemasan di supermarket yang diproses secara khusus, pasta rumahan yang dibekukan akan berubah menjadi gumpalan lembek setelah dipanaskan kembali. Pengecualian hanya berlaku untuk lasagna buatan sendiri, yang biasanya masih memberikan hasil yang baik meski dibekukan sebelum dipanggang.

8. Seafood Hidup

Membekukan kerang, lobi-lobi atau kepiting yang masih hidup dapat merusak kualitas dagingnya. Beberapa hewan laut mati perlahan dan memicu pertumbuhan bakteri, sementara yang lain melepaskan enzim yang merusak tekstur daging. Sebaiknya bersihkan atau kukus terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membekukannya.

9. Makanan Kaleng

Jangan pernah memasukkan kaleng tertutup ke dalam freezer. Isi di dalamnya akan memuai dan bisa menyebabkan kaleng tersebut meledak. Jika ingin membekukan makanan dari kaleng, pindahkan ke wadah lain. Untuk penggunaan stoples kaca, sisakan ruang kosong di bagian atas agar makanan memiliki ruang untuk memuai.

10. Minuman Berkarbonasi

Menaruh soda atau sampanye di freezer untuk mendinginkannya dengan cepat adalah tindakan yang berisiko. Tekanan dari karbonasi dikombinasikan dengan pemuaian cairan saat membeku dapat menyebabkan botol meledak dan mengotori seluruh isi freezer Anda.

Sumber: Southern Living