Arti Cubitan Keras pada Lansia Demensia: Refleks, Nyeri, atau Emosi?

Butuh Cinta dan Sayang Merawat Penderita Demensia
Butuh Cinta dan Sayang Merawat Penderita Demensia
Sumber :
  • Image Creator Grok/Handoko

Malang, WISATA – Bayangkan Anda sedang membantu orang tua Anda berganti pakaian, lalu tiba-tiba mereka mencubit tangan Anda dengan keras. Mungkin Anda terkejut, merasa sakit, atau bahkan marah. Namun, sebelum bereaksi, penting untuk memahami bahwa perilaku ini bisa menjadi pesan diam yang mengandung makna lebih dalam, terutama jika mereka hidup dengan demensia.

Bagi banyak keluarga yang merawat lansia dengan demensia, cubitan, tarik-tarikan, bahkan kadang bentakan menjadi bagian dari rutinitas yang membingungkan dan melelahkan. Tapi apakah itu berarti orang tua sedang marah? Atau ada penyebab lain yang belum kita pahami?

Perilaku agresif ringan seperti mencubit sering kali bukan sekadar ekspresi kekesalan. Ia bisa menjadi bentuk komunikasi yang terselubung, ketika kata-kata sudah tak lagi mampu digunakan. Artikel ini mengupas penyebab umum perilaku mencubit pada lansia demensia dan bagaimana kita bisa menanggapinya dengan bijak.

Perilaku Fisik pada Demensia: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Demensia memengaruhi otak dalam mengatur emosi, persepsi, dan kontrol impuls. Akibatnya, banyak lansia dengan demensia tidak bisa mengomunikasikan perasaan atau ketidaknyamanan mereka secara verbal. Maka, tubuh mereka pun mengambil alih — melalui isyarat fisik seperti mencubit, memukul, atau menarik pakaian.

Cubitan bukan berarti mereka sedang ingin menyakiti. Banyak kasus menunjukkan bahwa lansia demensia mencubit sebagai cara instingtif untuk menyampaikan sesuatu: rasa sakit, ketidaknyamanan, ketakutan, atau bahkan kebingungan.

Cubitan sebagai Tanda Nyeri Fisik