Kita Tidak Butuh Motivasi, Kita Butuh Filsafat: Kata Jules Evans

- Cuplikan layar
Jakarta, WISATA - Di tengah banjir motivasi instan di media sosial—dari kutipan singkat yang viral hingga seminar-seminar bertarif mahal—muncul suara yang berbeda. Suara itu datang dari Jules Evans, penulis dan peneliti asal Inggris yang dikenal luas karena pemikirannya yang menyeimbangkan filsafat kuno dengan tantangan psikologis dunia modern.
Menurut Evans, yang dibutuhkan manusia hari ini bukan lebih banyak motivasi, tetapi lebih banyak filsafat. Mengapa? Karena motivasi bersifat sementara dan emosional, sementara filsafat menawarkan kerangka berpikir jangka panjang yang membantu seseorang hidup dengan nilai, tujuan, dan ketenangan batin.
Motivasi Cepat Habis, Filsafat Bertahan Lama
Dalam banyak wawancara dan tulisannya, Jules Evans mengkritik budaya “motivasi cepat saji” yang menjanjikan perubahan besar tanpa pondasi pemikiran yang dalam. Ia menyebut bahwa motivasi sering kali hanya menyentuh permukaan, sedangkan filsafat mengakar pada struktur batin dan karakter.
“Kita tidak selalu bisa merasa bersemangat, tapi kita bisa tetap teguh jika tahu kenapa kita hidup seperti ini,” tulis Evans dalam bukunya Philosophy for Life and Other Dangerous Situations.
Dengan kata lain, filsafat bukan sekadar membangkitkan semangat, melainkan menyediakan arah ketika semangat itu padam.
Filsafat sebagai Jalan Hidup, Bukan Sekadar Inspirasi