Apakah Neanderthal dan Homo sapiens Spesies yang Sama?
- archaeologymag.com
Pada tahun 1962, sekelompok antropolog, ahli genetika dan ahli perilaku menyusun dan memberikan suara pada sejarah evolusi kerabat manusia berdasarkan spesies yang telah ditemukan pada saat itu. Naskah yang mereka hasilkan, yang disebut 'Klasifikasi dan Evolusi Manusia' menempatkan Neanderthal di bawah H. sapiens sebagai subspesies, atau H. sapiens neanderthalensis.
Baru kemudian, pada tahun 1970-an dan 1980-an, Neanderthal direklasifikasi sebagai spesies mereka sendiri berdasarkan analisis baru dan itu tetap menjadi sebutan paling umum yang terlihat saat ini.
Namun, penemuan pada tahun 2010 kembali mengguncang dunia: Sebuah tim internasional yang terdiri dari puluhan peneliti menerbitkan draf pertama genom Neanderthal, berdasarkan tiga individu dan membandingkannya dengan genom manusia modern. Para peneliti menemukan petunjuk tentang ciri-ciri Neanderthal dalam genom manusia, yang menunjukkan bahwa Neanderthal bercampur dengan nenek moyang manusia modern setidaknya 120.000 tahun yang lalu. Puluhan makalah telah mengonfirmasi hal ini dan menemukan bahwa sekitar 47.000 tahun yang lalu, pencampuran terjadi di beberapa generasi selama sekitar 7.000 tahun.
Meskipun begitu bukti genetika tidak menyelesaikan perdebatan, sehingga para ilmuwan menganjurkan pendekatan interdisipliner yang tidak menempatkan genetika sebagai penentu akhir. Dengan kata lain diperlukan pendekatan holistik yang tidak terus-menerus mengadu domba satu disiplin ilmu dengan yang lain.