Kisah Album PLUR Slank 2004 dan Perjalanan Band Legendaris Ini hingga Sekarang

Album Slank
Sumber :
  • IG/gaung_merah

Jakarta, WISATA – Pada tahun 2004, Slank merilis album PLUR yang menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan karier mereka. Judul PLUR merupakan anagram dari Peace, Love, Unity, Respect, sebuah jargon yang diperkenalkan Slank untuk menyuarakan semangat perdamaian, cinta, persatuan, dan saling menghormati. Album ini menjadi album studio ke-13 Slank dan dirilis pada akhir 2004 melalui Slank Records.

img_title Sting yang Tetap Hits, dari Album Englishman in New York hingga Desert Rose

Selain lagu bertajuk PLUR, album ini melahirkan sejumlah hit yang masih populer hingga kini, seperti Ku Tak Bisa, Biru, dan Juwita Malam. Lagu “Ku Tak Bisa” bahkan menjadi salah satu karya paling fenomenal dalam diskografi Slank. Menariknya, Slank juga mengaransemen ulang lagu legendaris “Juwita Malam” ciptaan Ismail Marzuki dalam dua versi, yakni punk dan blues.

Album ini hadir pada masa ketika Slank sedang berada dalam fase kebangkitan kreatif setelah melewati berbagai dinamika internal. Formasi yang menggarap PLUR terdiri dari Kaka, Bimbim, Ridho, Ivanka, dan Abdee Negara.

img_title Perjalanan Album Anggun C. Sasmi: Dari “Mimpi” hingga Karya Internasional Terbaru

Personil Slank

Photo :
  • IG/gaung_merah

img_title Kisah Sukses Duran Duran: Band Legendaris Era 80-an yang Mengubah Wajah Musik Pop dan Fashion Dunia

Sejak debut melalui album Suit-Suit... He-He (Gadis Sexy) pada 1990, perjalanan musikal Slank menunjukkan perkembangan yang dinamis. Album Kampungan, PISS, dan Generasi Biru mengukuhkan identitas mereka sebagai band rock dengan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Memasuki pertengahan 1990-an, Minoritas, Lagi Sedih, hingga Tujuh memperlihatkan kedewasaan musikal, sementara Mata Hati Reformasi menjadi respons terhadap perubahan sosial-politik Indonesia. Memasuki era 2000-an, Slank semakin produktif lewat 999+09, Virus, Satu-Satu, Road to Peace, dan PLUR yang mengusung pesan perdamaian serta persatuan. Perjalanan itu berlanjut melalui Slankissme, Slow But Sure, The Big Hip, Anthem for the Broken Hearted, Jurustandur No.18, I Slank U, Slank Nggak Ada Matinya, Restart Hati, Palalopeyank, Slanking Forever, Vaksin, hingga Joged yang dirilis pada 2023. Memasuki 2025, Slank kembali merilis album Republik Fufufafa, menandai konsistensi mereka berkarya setelah lebih dari empat dekade berkarier.

Hingga kini, lebih dari empat dekade sejak berdiri, Slank tetap eksis dengan basis penggemar fanatik yang dikenal sebagai Slankers. Semangat Peace, Love, Unity, Respect yang diperkenalkan lewat album PLUR pun masih melekat sebagai salah satu identitas kuat band legendaris tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title