IndonesiA 6: Legenda Jazz Fusion Indonesia Era 80-an yang Hits dengan Fatamorgana
- IG/ywpiano
Jakarta, WISATA – IndonesiA 6 adalah grup musik jazz fusion legendaris yang aktif pada era 1980-an, tepatnya antara tahun 1984 hingga 1990. Band ini dibimbing oleh maestro musik Elfa Secioria, yang dikenal sebagai sosok penting dalam perkembangan musik Indonesia.
IndonesiA 6 tampil dengan formasi unik beranggotakan enam musisi berbakat: Yani Danuwijaya (kibor), Yovie Widianto (kibor), Bubi Iradiadi (kibor), Desi Arnaz Lahat (bass), Hentriesa Yulmedia (drum/perkusi), dan Iwan Wiradz (perkusi/vokal). Kehadiran tiga pemain kibor sekaligus menjadikan warna musik mereka sangat khas dan berbeda dari band lain pada masanya.
IndonesiA 6 mulai dikenal luas setelah tampil di ajang International Light Music Contest tahun 1987 di Tokyo, Jepang. Penampilan mereka yang memukau berhasil meraih penghargaan internasional dan membuka jalan bagi album debut mereka. Album tersebut menampilkan komposisi jazz fusion yang kompleks, penuh improvisasi, namun tetap mudah dinikmati oleh penikmat musik populer.
Salah satu karya paling ikonik dari IndonesiA 6 adalah lagu “Fatamorgana”, yang kemudian menjadi hits dan hingga kini masih dikenang sebagai salah satu masterpiece musik jazz fusion IndonesiA. Lagu ini menampilkan perpaduan harmoni kibor yang kaya, bass yang groovy, serta ritme drum dan perkusi yang dinamis. Vokal Iwan Wiradz menambah dimensi emosional yang membuat Fatamorgana terasa mendalam dan berkesan.
Meskipun IndonesiA 6 tidak bertahan lama, pengaruh mereka tetap terasa hingga kini. Band ini menjadi salah satu pionir yang memperkenalkan jazz fusion ke telinga masyarakat IndonesiA. Lebih jauh lagi, keterlibatan Yovie Widianto di IndonesiA 6 menjadi tonggak awal perjalanan kariernya sebelum ia mendirikan grup pop romantis Kahitna, yang kemudian melegenda di dekade berikutnya.
Konser reuni band jazz legendaris IndonesiA 6 yang bertajuk 'The History of Victory' digelar pada Senin malam, 6 November 2017, sembilan tahun yang lalu, di Hard Rock Cafe, Jakarta. Pentas ini menandai kembalinya mereka ke panggung setelah 30 tahun vakum, berkolaborasi dengan musisi seperti Yana Julio dan Hedi Yunus.
Kehadiran IndonesiA 6 membuktikan bahwa musik jazz fusion bisa diterima secara luas di IndonesiA, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi musisi berikutnya. Album mereka, terutama Fatamorgana, masih sering disebut sebagai salah satu karya penting dalam sejarah musik Indonesia.