Candra Darusman: Perjalanan Karier, dan Kiprah Maestro Pop Jazz Indonesia
- IG/bukaradio
Jakarta, WISATA – Candra Darusman merupakan salah satu musisi penting dalam sejarah musik modern Indonesia. Dikenal sebagai pianis, vokalis, komposer, dan produser, Candra memiliki kontribusi besar sejak era 1970-an hingga kini, baik melalui karya rekaman maupun perannya dalam pengembangan ekosistem industri musik nasional. Ia lahir pada 21 Agustus 1957 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga diplomat, yang memperkaya wawasan musiknya melalui paparan budaya internasional.
Karier profesional Candra Darusman dimulai saat ia masih kuliah di Universitas Indonesia pada pertengahan 1970-an. Ia bersama rekan-rekannya membentuk grup vokal legendaris Chaseiro, yang dikenal dengan harmoni vokal khas dan lagu-lagu populer seperti Pemuda dan Ceria. Bersama Chaseiro, Candra terlibat dalam produksi sekitar tujuh album yang memperkuat posisi grup ini sebagai salah satu ikon pop Indonesia era tersebut.
Selain Chaseiro, Candra Darusman juga menjadi salah satu pendiri grup Karimata, band jazz-fusion yang beranggotakan musisi-musisi top seperti Erwin Gutawa dan Uce Haryono. Karimata merilis lima album dan dikenal sebagai pelopor jazz populer Indonesia pada era 1980–1990-an.
Sebagai solois, Candra merilis dua album penting pada awal 1980-an, yaitu Kekagumanku dan Indahnya Sepi. Lagu-lagu ciptaannya banyak menjadi hits dan dinyanyikan oleh berbagai penyanyi ternama. Karya-karyanya dikenal dengan kekuatan melodi, lirik reflektif, serta sentuhan pop dan jazz yang khas.
Di luar panggung, Candra juga berperan sebagai penggagas acara Jazz Goes to Campus serta menjadi salah satu pendiri KCI (Karya Cipta Indonesia), lembaga pengelola hak cipta. Kiprahnya dalam isu kekayaan intelektual membawanya berkarier di tingkat internasional sebagai pejabat di WIPO (World Intellectual Property Organization), yang membuatnya bermukim di luar negeri selama beberapa tahun.
Pada 2018, Candra merilis album kompilasi Detik Waktu – Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman, yang menafsir ulang lagu-lagu terbaiknya melalui kolaborasi dengan musisi lintas generasi seperti Glenn Fredly, Andien, Afgan, MALIQ & D’Essentials, Danilla, hingga Once Mekel. Album ini meraih penghargaan di AMI Awards 2018, termasuk kategori Album Terbaik. Album tersebut kemudian dirilis ulang pada 2019 dengan tambahan lagu Persaudaraan dan Waktu Kian Berarti.